Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Nabi Yusuf AS Part III - Penafsir Mimpi serta Kisah Pertemuan Kembali Keluarga Ya'qub AS

بسم الله الرحمن الرحيم


Nabi Yusuf AS

AlhamdulillahiRabbilA'lamin, Lanjut cerita dari Part II yaitu.

Pada hari ketiga orang yang berkedudukan lebih tinggi dari Nabi Yusuf AS, datang menemui tahanan juru-juru Fir'aun, untuk mengumumkan tentang perintah yang dibuat oleh Fir'aun (sang penguasa negri) agar juru minuman dikembalikan ke istana Fir'aun karena ia telah diampuni, lalu untuk juru roti kerajaan ia akan digantung pada tiang halaman penjara.



Kemudian Fir'aun datang ketempat istana menteri untuk menanyakan kepada Yusuf AS tentang mimpinya, dipanggil lah Yusuf AS kehadapan Fir'aun dan Fir'aun pun menanyakan kepada juru minuman bahwa "Benarkah ini pria yang menafsirkan mimpimu dengan tepat", dijawablah oleh juru minuman "Benar yang mulia, dialah orangnya".



Lalu Fir'aun menyebutkan tentang mimpinya kepada Yusuf AS untuk kemudian diartikan dihadapannya disaksikan oleh para penasehat Fir'aun yang lain, sebelum Fir'aun memulai untuk menyebutkan mimpi tersebut, dibantah langsung oleh Yusuf AS mengatakan bahwa "Itu benar Tuanku, tapi bukan aku seorang yang dapat menafsirkan mimpi dengan kemampuanku sendiri tapi aku bersama Allah SWT yang dapat menafsirkan segala mimpi" agar tidak tinggi hati Nabi Yusuf AS mengatakan demikian dihadapan Fir'aun.



Lalu Fir'aun mengatakan tentang mimpinya bahwa "Aku berdiri ditepi sungai Nil dan tiba-tiba keluar dari sungai itu 7 sapi yang gemuk dan indah lalu memakan rumput ditepi sungai Nil tersebut, kemudian ada juga 7 ekor sapi yang lain yaitu sapi yang buruk dan kurus badannya keluar dari dalam sungai Nil tersebut, lalu 7 ekor sapi yang buruk dan kurus badannya itu memakan 7 ekor sapi yang indah dan gemuk, lalu aku pun terbangun". Dilanjutkan pula oleh Fir'aun tentang mimpinya yang kedua yaitu "Aku lihat ada 1 tangkai yang berisi 7 bulir gandum yang berisi dan baik tetapi kemudian muncul lah 7 bulir gandum yang kurus dan kering oleh angin timur dan bulir yang kurus dan kering itu menelan habis 7 bulir yang baik dan berisi tadi, lalu aku pun terbangun dari mimpiku", Dapatkah kau menafsirkan apa arti dari semua mimpiku itu wahai Yusuf?.



Sebelum Yusuf AS meng-artikan ia mengucapkan bahwa Allah SWT telah memberitakan apa yang akan terjadi, dan diberitakan kepada Fir'aun oleh Yusuf AS bahwa kedua mimpi tersebut memiliki arti yang tidak berbeda (hanya perumpamaan yang berbeda namun tetap pada 1 arti) yaitu "7 ekor sapi yang gemuk serta indah itu dan 7 bulir gandum yang berisi baik tersebut artinya akan datang 7 tahun masa kelimpahan di Mesir, ke-7 ekor sapi yang kurus badannya dan ke-7 bulir gandum yang kurus kering oleh angin timur artinya 7 tahun masa kelaparan yang sangat hebat dan datangnya setelah 7 tahun masa kelimpahan tadi, dan akhirnya 7 tahun kelimpahan Mesir akan dilupakan oleh 7 tahun kelaparan yang hebat ini akan segera mengkurus keringkan negri ini sampai habis".



Bergegaslah Fir'aun bertanya tentang mimpi yang telah diartikan Yusuf AS tersebut, mengatakan bahwa "Mengapa mimpiku itu sama, apakah mimpiku itu akan berjalan selama 14 tahun"? jawaban Yusuf AS "Sesungguhnya kedua mimpi itu sama", lalu kemudian Fir'aun bertanya kembali "Kalau begitu apa yang Allah mu ingin aku lakukan". Nabi Yusuf AS menyarankan dengan kuasa Allah SWT "Sebaiknya yang mulia mencari seseorang yang berhikmat dan bijaksana, lalu mengangkatnya untuk berkuasa di tanah Mesir, untuk mengumpulkan dari seperlima dalam 7 tahun masa kelimpahan itu".



Kemudian Yusuf AS dibawa pergi oleh pengawal dari hadapan Fir'aun, Fir'aun pun menanyakan kepada para penasehat nya tentang mimpi yang telah ditafsirkan oleh Yusuf AS. Mereka dengan ego yang tinggi tentu menyarankan tuannya untuk tidak mendengarkan Yusuf AS, dan dipaparkan pula oleh penasehat lainnya bahwa ia tidak akan mendengarkan ucapan Yusuf AS, karena tidak akan terjadi kelaparan di negri ini, itu tidak mungkin terjadi dan mustahil sungai Nil menjadi kering, dan dibenarkan pula oleh penasehat sebelahnya bahwa sungai Nil tidak akan kering sama halnya seperti matahari yang tidak akan berhenti bersinar begitupun sungai Nil yang akan terus mengalir sehingga semua tanaman dapat dialiri oleh sungai Nil, disimpulkan bahwa sangat mustahil akan ada kekeringan yang sangat panjang menurut penasehat ini.



Fir'aun pun menegaskan bahwa orang ini tidak berlebihan dan tidak pula merangkai kata-kata indah untuk menutupi hal-hal yang buruk, ia berbicara dengan lemah lembut dan rendah hati serta selalu memuji Allah penciptanya, dia pria yang sangat bijaksana dia tau bagaimana menundukkan kepalanya diantara para petinggi kerajaan. Dia berhak mendapatkan kuasa karena ia akan selalu bertindak bijaksana dan kemudian mengembalikan semuanya kepadaku seperti apa adanya. Tentunya mendengar tuannya bicara mengenai Yusuf AS seperti ini mereka pun berdiri dan mengatakan "Aku tidak senang dengan kondisi yang seperti ini tuanku", kemudian Fir'aun mengatakan kepada penasehatnya "Kalian tentu tidak senang dengan keputusanku yang akan menjadikan Yusuf AS sebagai penguasa di tanah Mesir ini. Penasehat yang menyampaikan pendapatnya yang terakhir pun bicara kepada Fir'aun "Lakukanlah yang terbaik menurut yang mulia".

Setelah berdiskusi dengan penasehat Fir'aun kemudian Yusuf AS dipanggil kembali untuk diangkat sebagai penguasa Mesir, dan Fir'aun mengumumkan kepada siapapun yang berada di kerajaan pada saat itu untuk memperingatkan bahwa Yusuf AS telah ditetapkan sebagai penguasa. Ditegaskan bahwa tidak diperbolehkannya berbuat diluar perintah dari Yusuf kata Fir'aun.

Berjalannya seiring waktu setelah keberlimpahan gandum selama 7 tahun itupun sudah mulai didatangkan oleh 7 tahun kekeringan yang jalan dari angin timur tersebut, hujan tidak turun dan ketinggian sungai Nil menurun sehingga tidak dapat lagi mencapai saluran-saluran iritasi tanaman, maka mulailah 7 tahun masa kelaparan itu.

Berselang datangnya kekeringan keluarga Yusuf AS yaitu saudara-saudaranya memberitakan hal ini kepada ayahnya untuk membeli gandum dan persiapan untuk kekeringan yang panjang ini, ayahnya pun bergegas beritahu anaknya tersebut agar segera kumpulkan saudara kalian dan pergilah kalian ke Mesir karena di mesir masih sangat banyak gandum. Pergilah anak-anaknya tersebut ke mesir, sesampainya di mesir mereka para saudara Yusuf AS langsung dijumpai oleh orang kerajaan karena diketahui pada saat itu Mesir sangatlah ketat penjagaannya untuk orang asing apalagi yang beramai-ramai.

Dipersilahkan mereka untuk masuk kedalam ruangan menteri tersebut, dengan segenap kesanggupan yang dimiliki Yusuf AS dengan menutupi segala yang dapat dikenali oleh mereka, kemudian datang menemui mereka dan benar pula bahwa mereka tidak mengenali siapa menteri tersebut. Yusuf AS tidak ingin hal yang dahulu dilakukan saudaranya itu terjadi lagi dan Nabi Yusuf AS tes mereka semua dengan permainan yang dapat merugikan mereka tentunya. Dengan datangnya mereka tanpa si bungsu lalu Yusuf AS mengatakan kepada mereka "Kalian yang mengakui bahwa saudara kandung kalian semua yang datang ini ada 10 dan sebenarnya ada 12 yang diketahui oleh mereka bahwa Yusuf AS telah meninggal dan 1 lagi si bungsu ada ditempat tinggal ayahnya".

Singkat cerita 10 saudara Yusuf AS tersebut diuji oleh Yusuf AS sendiri apakah mereka masih sama seperti dahulu saat Yusuf AS masih berada disisi mereka (para saudaranya)?, ataukah mereka sudah berubah ketika Yusuf AS memenjarakan 1 dari 10 saudara yang datang untuk mencari kebenaran atas kesaksian saudara-saudaranya tersebut?. Tentunya mereka kembali ke kampung halamannya untuk memenuhi syarat yang diberikan Yusuf AS kepada mereka untuk memberikan kepercayaan terhadap Yusuf AS yang menjabat sebagai menteri dan tidak diketahui identitasnya sebelum ia mengungkapkannya sendiri kepada para saudaranya.

Kembalilah mereka ke kampung halamannya dengan bermodalkan tekad bahwa si bungsu yaitu Binyamin saudara kandung Yusuf AS sendiri harus dibawa ke Mesir, untuk memastikan apakah cerita yang dibuat oleh saudaranya itu benar ataupun hanya mengada-ada, hal ini dilakukan tidak lain hanya untuk menguji kesetiaan mereka terhadap satu sama lainnya dan memastikan pula apakah Binyamin saudara kandungnya itu baik-baik saja.

Sesampainya mereka di kampung halamannya, mereka menyampaikan hal yang diinginkan menteri Mesir untuk membawa Binyamin karena saudaranya yang 1 ada di Mesir sebagai tahanan untuk pengakuan dalam pembelaan para saudaranya itu. Ayahnya pada awalnya tidak setuju karena hanya Binyamin lah yang dapat membuat dirinya tenang dan tersenyum selalu, namun dengan tekadnya Yehhuda menegaskan kepada ayahnya bahwa "Ayah, Binyamin anak bungsumu akan baik-baik saja dan akan kupertaruhkan seluruh hidupku untuk menjaganya maka dari itu ayah tidak perlu khawatir mengenai Binyamin karena aku berjanji atas nama Allah SWT akan menjaganya".

Ayahnya pun mempercayai ucapan Yehhuda dan sungguh ia telah mengetahui kebenaran dalam ucapannya itu yang tidak dibuat-buat, diizinkanlah mereka membawa Binyamin dengan bawaan uang 2 kali lebih banyak dan sajian pada tuan menteri dari ayahnya. Kemudian pergilah mereka sampai ditempat menteri, lalu takjub lah mereka karena disambut dengan sangat hangat sampai-sampai dijamu dengan hidangan makan siang oleh tuan menteri yaitu Yusuf AS yang belum diketahui oleh mereka identitasnya.

Tidak lama saat makan siang berlangsung yang mana rencana Yusuf AS adalah ingin makan bersama mereka para saudaranya, namun karena Yusuf AS tidak sanggup menahan tangis haru dalam dirinya melihat saudara kandungnya tersebut maka kembalilah Yusuf AS ke kamarnya. Lalu setelah makan siang selesai Yusuf AS menghampiri mereka kembali dan menjalankan rencananya kembali agar sempurna penilaian Yusuf AS terhadap saudara-saudaranya tersebut. Disampaikan oleh Yusuf AS kepada pengawal pribadinya agar memainkan peran yang seakan mereka mencuri cawan terbaik Yusuf AS dan membawa saudara yang mengambilnya tersebut untuk dijadikan budaknya, saudara lainnya dilepaskan oleh pengawalnya karena hanya yang mengambilnya lah yang dibawa.

Yehhuda yang telah membuat janji kepada ayahnya dengan berucap atas nama Allah SWT pun tidak terima dan ia mengatakan bahwa saudara-saudaranya pun akan ikut bersama Binyamin yang dianggap mencuri cawan Yusuf AS tersebut dikatakan oleh pengawalnya, melainkan cawan tersebut telah disetting bahwa dimasukkannya cawan tersebut ke dalam barang bawan Binyamin bersama gandumnya.

Kembalilah mereka kepada Yusuf AS untuk mengklarifikasi atau disebut pembelaan terhadap mereka bahwa tidak mungkin mereka yang telah disambut baik oleh menteri lalu mengkhianatinya, datanglah Yusuf AS dihadapan saudara-saudaranya untuk mengambil keputusan bahwa cawan yang telah diambil oleh Binyamin, maka Binyamin akan menjadi budak menteri selamanya. Yehhuda yang telah membuat janji pun mengucapkan kembali dengan tegas kepada Yusuf AS bahwa "Aku tidak akan memberikan saudara bungsuku ini, karena jika kuberikan saudara bungsuku ini maka ayah kami akan meninggal dunia, karena hanya si bungsu inilah yang menjadi harapannya untuk hidup dan memberikan manfaat kepada anak-anaknya".

Dengan mendengar ucapan Yehhuda yang tegas dan lugas mengenai pembelaannya terhadap Binyamin (saudara kandung Yusuf AS) itu, maka cukuplah Yusuf AS membuat dirinya merasa tenang, karena Yusuf AS telah mengetahui bahwa mereka tidak lagi melakukan hal yang pernah dilakukannya pada dirinya (Yusuf AS dahulu). Maka Yusuf AS memerintahkan kepada para pelayan dan pengawal untuk meninggalkannya diruangan tersebut dan menyebutkan bahwa "sesungguhnya aku adalah saudaramu, Yusuf AS". Sontak mereka terkejut oleh pernyataan ini dan mereka menyadari bahwa kejanggalan mereka selama ini terjawab sudah, mereka pun berpeluk-pelukan layaknya saudara yang tidak berjumpa lama memaksimalkan rindunya karena telah bertemu saudara kandung yang telah lama dibenci maupun hal-hal wajar lainnya tentang kecemburuannya terhadap Yusuf AS dahulu.

Kemudian kembalinya saudara Yusuf AS kepada ayahnya dengan memberikan berita gembira ini, lekaslah sang ayah bersiap-siap untuk menemui Yusuf AS di Mesir, dan ada yang mengatakan 430 tahun lamanya keluarga Ya'qub AS ini tinggal di Mesir sampai datangnya Nabi Musa AS.

Alhamdulillah dan terimakasih kepada Allah SWT tentunya yang telah memberikan pemahaman yang baik kepada saya, dan telah diberikan pula kesempatan untuk tetap semangat dalam mencari manfaat dalam setiap kisah Nabi-Nabi Allah SWT. Semoga apa yang telah saya tulis ini dapat saya muroja'ah selalu agar dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari saya. Alhamdulillah dan Terimakasih.

Post a Comment for "Kisah Nabi Yusuf AS Part III - Penafsir Mimpi serta Kisah Pertemuan Kembali Keluarga Ya'qub AS"