Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Nabi Yusuf AS Lengkap Part II - Ujian Berat dan Sang Penafsir Mimpi

بسم الله الرحمن الرحيم


Nabi Yusuf AS

Alhamdulillah kita masuk pada bagian dimana besarnya ujian yang dilalui oleh Nabi kita Yusuf AS, mari kita pelajari hal yang bermanfaat dari kisah Nabi Yusuf AS, Jangan lupa ambil hikmah dari kisah.

Lalu mulailah Nabi Yusuf AS didatangkan oleh ujian yang dahsyat ketika ia sudah dewasa dan memiliki ilmu yang sempurna, datangnya seorang wanita (istri menteri yang membeli Nabi Yusuf AS dari para saudagar) yang merayu Nabi Yusuf AS karena seringnya Nabi Yusuf AS terlihat oleh wanita ini dirumahnya, karena sudah bertahun-tahun juga Nabi Yusuf AS dijadikan pekerja layaknya seorang anak oleh menteri tersebut. Dan Nabi Yusuf AS parasnya sangatlah tampan sehingga istri menteri pun sangat terpancing hasratnya, jangan dipungkiri ketampanannya apalagi selalu dipandang setiap hari karena satu rumah dengan Nabi Yusuf AS, dan tidak kuasa istri menteri ini menahan syahwatnya, maka istri menteri ini pun menghampiri Nabi Yusuf AS dengan keamanan yang sudah diatur oleh wanita ini yang sudah dipastikan bahwa amannya rumah menteri Mesir tersebut.

Dan dikatakanlah oleh seorang istri menteri tersebut kepada Nabi Yusuf AS "Ayolah Yusuf kita bermain-main sebentar" lalu dikatakan oleh Nabi Yusuf AS "Aku berlindung kepada Allah SWT, sesungguhnya suamimu telah merawatku dengan sangat baik dan sesungguhnya tidak akan beruntung orang-orang yang berbuat dzolim atau berbuat dosa". Dan sungguh telah dikatakan dalam Al-Qur'an bahwa wanita ini sangat ingin bersama Nabi Yusuf AS dengan tekadnya, dan Nabi Yusuf AS pun tergetar syahwatnya karena Nabi juga manusia. Kalau bukan karena melihat petunjuk RabbNya (Nabi Yusuf AS diingatkan oleh Allah SWT) melihat tanda kebesaran Allah SWT, maka ia pun bergegas meninggalkan wanita itu. Dan demikianlah (Allah SWT) memalingkan Nabi Yusuf AS dari perbuatan buruk dan yang keji, sungguh dia termasuk dalam hamba-hambaKu yang ikhlas.

Ujian ini adalah yang sangat berat bagi Nabi Yusuf AS karena dengan wajah cantiknya yang luar biasa, dan digodanya pula oleh wanita ini kepada Nabi Yusuf AS sehingga sempat muncul syahwat Nabi Yusuf AS yang diselamatkan oleh Allah SWT melalui tanda-tandaNya. sampai dikatakan didalam Al-Qur'an bahwa ujian Nabi Yusuf AS bersama dengan istri menteri Mesir ini sangatlah berat, dan tatkala itu Nabi Yusuf AS sedang berada pada puncak kedewasaannya. Ujian ini lebih berat dari saudara-saudaranya yang melemparkannya kedalam sumur. Dan ini adalah sabar yang sangat tinggi kedudukannya disisi Allah SWT.

Maka demikian Nabi Yusuf AS menyikapi dengan sangat baik yaitu dengan menjauh dari wanita ini, karena jika syahwat sudah tergerak dan masih berdiam diri disana dengan wanita tersebut, bisa-bisa Nabi Yusuf AS terbawa oleh kemaksiatan nantinya. Dan bersyukurlah Nabi Yusuf AS karena telah menyikapi wanita yang sedang sangat bergairah itu dengan baik, saat Nabi Yusuf hendak menjauh darinya wanita ini mengejar Nabi Yusuf AS dan rusaklah pakaian bagian belakang Nabi Yusuf AS oleh wanita tersebut.

Saat Nabi Yusuf AS membuka pintu untuk keluar dari ruangan tersebut tiba-tiba suami dari wanita tersebut ada disana, tatkala suaminya datang memergoki istrinya tersebut ingin berbuat hal maksiat dengan Yusuf AS, istrinya yang harusnya terkejut dan gemetar saat terlihat oleh suaminya dengan lelaki lain karena ia cerdas dan ia langsung berkata "Wahai suamiku, bagaimana jika ada seseorang ingin melakukan keburukan kepadaku kecuali harus dipenjara atau diberi siksaan yang pedih"? Seolah Nabi Yusuf AS yang bersalah atas kejadian ini. Nabi Yusuf AS membela dirinya dengan berkata "Dia (Istrinya)lah yang merayuku. Dan kebetulan ada keluarga dari wanita tersebut hadir disana dan mengatakan "Kita lihat, jika baju yang rusak bagian belakang berarti wanitanya yang bersalah, jika yang rusak bagian depan artinya Yusuf AS yang berdusta akan pembelaan dirinya tadi".

Maka tatkala sang menteri melihat baju Yusuf AS yang terkoyak (rusak) dibagian belakang, ketahuilah wahai istriku sesungguhnya makar kalian sangatlah besar. Padahal menteri sudah paham bahwa ini adalah ulah istrinya (menteri telah mengerti bahwa tipuan istrinya tersebut), namun karena terlalu sayangnya terhadap istrinya dan tidak menghukum sama sekali kepada istrinya mengenai perbuatannya tersebut maka menteri pun meminta Yusuf AS agar memaafkannya (Istri menteri) dan melupakan kejadian tersebut.

Seiring berjalannya waktu kejadian tersebut sampai ditelinga penduduk menteri dan mengecohkan pembicaraan tentang istrinya yang dapat tergoda oleh pembantunya, sampai terdengar oleh istri menteri bahwa pembicaraan mereka tersebut mengenai Yusuf AS yang dapat memikat hati istri menteri. Diundang lah mereka para wanita yang membicarakan isteri menteri tersebut, yang memang tujuan awalnya mereka ingin tahu seperti apa tampannya Yusuf AS sampai-sampai dapat membuat istri menteri berbuat hal hina seperti ini terhadapnya.

Dihidangkannya makanan (buah,roti dan lain-lain) serta pisau disetiap tamunya (tamu ibu-ibu tersebut), tatkala Yusuf AS lewat dan mereka melihatnya, seketika itu mereka tanpa sadar bahwa jari-jari mereka terpotong oleh pisau yang telah disediakan oleh istri menteri itu, dan mereka tidak menyadarinya sampai Yusuf AS pergi meninggalkan mereka. Sungguh ketampanan yang tiada bandingannya melainkan malaikat yang lewat bukan seorang manusia biasa. Betapa tampannya beliau sehingga mereka (tamu istri menteri Mesir) tidak merasakan apapun pada dirinya.

Dan sang istri Mesir ini menjelaskan tentang aibnya yang telah diketahui mengenai hal yang dilakukannya kepada Yusuf AS yaitu merayu dirinya (Yusuf AS) dan jika tidak menuruti keinginanku maka kupenjarakan dan kuhinakan kau. Nabi Yusuf AS berdoa kepada Allah SWT "Ya Allah, penjara lebih aku sukai daripada rayuan mereka (wanita yang diundang oleh istri menteri)", Nabi Yusuf AS meminta kepada Allah SWT agar dijauhkan terhadap mereka para wanita ini karena jika tidak Yusuf AS akan binasa (akan terjerumus kedalam rayuan mereka dan berbuat maksiat sesuai keinginan mereka). Maka Allah SWT mengabulkan permintaan Yusuf AS dari para wanita itu dan memalingkannya dari para wanita tersebut.

Karena mereka selalu ingin menggoda Nabi Yusuf AS, maka dipenjarakanlah Nabi Yusuf AS agar lebih aman posisinya dibanding berada di istana menteri mendapatkan godaan yang begitu dahsyat dari wanita-wanita tersebut, dan dipenjara hanya sebagai formalitas yang diketahui istrinya bahwa Yusuf AS dipenjara dengan siksaan, namun menteri menjadikan Yusuf AS sebagai pimpinan (penanggung jawab terhadap perintah Menteri) penjara agar mengurus segala hal yang berkaitan dalam penjara. Karena menteri pun mengetahui bahwa yang bersalah adalah istrinya bukan Nabi Yusuf AS.

Tatkala Nabi Yusuf AS ditetapkan sebagai penanggung jawab di penjara, maka saat itulah juru minuman dan juru rotinya Fir'aun dikirim ke penjara menteri Fir'aun tersebut karena mereka telah membuat kesalahan terhadap raja, masih dipertimbangkan pula kesalahannya karena jabatan mereka cukup tinggi di tahta Fir'aun, Nabi Yusuf AS diperintahkan agar melayani kedua orang ini dengan baik untuk menunggu keputusan Fir'aun mengenai kesalahan juru pelayannya tersebut.

Disambutlah langsung oleh Nabi Yusuf AS kepada mereka para juru pelayan fir'aun tersebut, namun respon mereka terhadap Yusuf AS sangat tidak baik karena yang mereka ketahui tentang berita palsu yang beredar mengenai Yusuf AS mengganggu istri menteri, namun Nabi Yusuf AS tetap tenang dan sabar mendengar ucapan mereka karena percuma saja kalau dijawab dengan pernyataan yang benar, sedangkan kenyataan yang didengar oleh mereka sudah ditetapkan sebagai tahanan menteri yang diketahui oleh mereka bahwa Nabi Yusuf AS telah berbuat kesalahan.

Disampaikan oleh tahanan lainnya bersama dengan juru-juru fir'aun bahwa Yusuf AS yang telah ditetapkan sebagai kepala penjara ini adalah penafsir mimpi, lalu juru minuman fir'aun mengatakan bahwa Yusuf AS dapat dibebaskan oleh tuannya Fir'aun namun juru roti mengatakan bahwa meskipun Yusuf AS dapat dibebaskan oleh Fir'aun, ia akan bersikeras untuk mencegahnya agar Yusuf AS membusuk dipenjara karena yang diketahui bahwa Yusuf AS telah melakukan hal keji.

Pada malam harinya saat juru Fir'aun tidur dikatakan oleh tahanan yang berada pada satu atap tersebut bahwa mereka bermimpi namun mereka tidak mengetahui tentang mimpinya itu, lalu mereka bertanya kepada Yusuf AS "Apakah kau benar-benar dapat menafsirkan mimpi"? lalu Nabi Yusuf AS menjawab bahwa "Itu adalah Kuasa Allah SWT, ceritakanlah". Kemudian Juru minuman Menceritakan mengenai mimpinya bahwa "Ada sebuah pohon anggur dihadapanku dan pohon anggur itu memiliki 3 ranting lalu ketika pohon itu bertunas bunganya pun sudah muncul mengisyaratkan dengan penuhnya anggur yang matang dan cawan Fir'aun ada di tanganku, kemudian anggur itu kuambil dan kuperas kedalam cawan Fir'aun lalu kuberikan lagi ke tangannya".

Diartikan oleh Nabi Yusuf AS tentang mimpi tersebut bahwa "Di pohon itu mengenai 3 ranting itu melambangkan 3 hari, maka setelah 3 hari Fir'aun akan meninggikan dan mengembalikan jabatanmu yang semula, nanti kau akan memberikan cawan yang berisikan anggur seperti sebelumnya saat kau jadi juru minumnya", dikatakan oleh juru minuman bahwa "Semoga apa yang kau bicarakan itu benar, dan aku akan memberimu hadiah" lalu Yusuf AS menjawab "Tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT".

Lalu juru roti pun menceritakan tentang mimpinya bahwa "aku membawa 3 bakul roti diatas kepalaku, bakul itu berisikan bermacam-macam makanan untuk Fir'aun tetapi burung-burung memakan semua isi bakul itu" juru roti pun tidak sabar mendengar arti mimpi tersebut dari Yusuf AS. Nabi Yusuf AS pun berbalik dan menolak untuk menceritakan pada awalnya, karena juru roti memaksa untuk mengartikan mimpinya maka Nabi Yusuf AS pun mengatakan bahwa "3 bakul roti itu artinya adalah 3 hari, dalam waktu 3 hari itu Fir'aun akan meninggikanmu tinggi keatas, kemudian menggantung pada sebuah tiang dan burung-burung akan memakan dagingmu", juru roti pun kaget dan mengatakan bahwa "Benarkah itu? ini adalah pertanda buruk".

Selanjutnya pada Part III yaitu tentang Nabi Yusuf AS diberikan jabatan yang tidak bisa dicampuri urusannya kecuali oleh Fir'aun seorang. Dan tentunya ada pengakuan dari Fir'aun kepada Nabi Yusuf AS tentang arti dalam sebuah mimpinya yang disampaikan dengan bijaksana dan apa adanya (tidak dibuat-buat).

Post a Comment for "Kisah Nabi Yusuf AS Lengkap Part II - Ujian Berat dan Sang Penafsir Mimpi"