Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Nabi Yusuf AS Lengkap Part I - Kasih Sayang dan Kesabaran Yusuf AS

بسم الله الرحمن الرحيم


Nabi Yusuf AS

Kisah ini menceritakan tentang Nabi Yusuf AS dan ini telah dinyatakan dalam Al-Qur'an bahwa kisah Nabi Yusuf AS adalah kisah yang terbaik.

Berawal dari ayahnya yaitu Ya'qub (Nabi Ya'qub AS) yang dikenal oleh kaum Bani Israil, dan seluruh anaknya Ya'qub AS termasuk dalam golongan Bani Israil, dan ia memiliki anak 12 laki-laki diantaranya anak-anak yang paling bungsu adalah Yusuf AS dan Binyamin. Yusuf AS dan Binyamin ini satu ibu dan satu ayah namun berbeda ibu dengan saudara yang lain, dikatakan bahwa ayahnya memiliki 4 istri dan diantaranya adalah ibu dari Yusuf AS dan Binyamin.

Suatu malam Nabi Yusuf AS bermimpi dan menceritakan mimpinya itu kepada ayahnya tentang 11 bintang, matahari dan rembulan sujud kepadaku. Dan ayahnya seketika itu menafsirkan di dalam dirinya bahwa 11 bintang yang dimaksud adalah saudara-saudaranya, sementara matahari adalah ibunya dan rembulan adalah ayahnya. Arti dari mimpi Nabi Yusuf AS bahwa mereka semua akan tunduk nantinya kepada Nabi Yusuf AS (Nabi Yusuf AS akan menjadi pemimpin yang dipatuhi saudara maupun ayah dan ibunya).

Setelah ditafsirkan oleh ayahnya dan ia fikir bahwa Nabi Yusuf AS akan menjadi orang besar nantinya, lalu ayahnya mengatakan kepada Nabi Yusuf AS "Wahai putraku, jangan kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu karena mereka akan kesal terhadapmu dan akan membinasakanmu, sesungguhnya syaiton itu adalah musuh yang nyata bagi manusia". Dan ini pernyataan sang ayah yang sangat menyayangi putranya yaitu Yusuf AS, dari pernyataan ayahnya yang dapat menimbulkan efek kecemburuan terhadap saudara-saudaranya karena kasih sayang (Sang ayah) terhadap Yusuf AS lebih besar dibanding anaknya yang lain kecuali Binyamin.

Mimpi yang baik itu tidak perlu diceritakan kepada umum, karena dapat menimbulkan sifat iri atau dengki pada dirinya yang menimbulkan efek buruk kepada kita. Ceritakanlah mimpi baikmu itu kepada seseorang yang bila diceritakan kebaikan atau kelebihan yang kamu miliki itu tidak akan iri ataupun dengki nantinya terhadap kita. Ceritakanlah mimpi ataupun hal yang telah kamu miliki itu terhadap seseorang yang amanah (dapat dipercaya dan tidak memiliki sifat iri ataupun dengki kepada kita nantinya).

Setelah diberitahukan tentang perkara mimpi ini kepada Nabi Yusuf AS maka tidak pernah lagi ia menceritakan mimpinya kepada selain ayahnya yaitu Ya'qub AS, dan Nabi Ya'qub yaitu ayahnya menyatakan kepada Nabi Yusuf AS bahwa kamu telah dipilih oleh Allah SWT menjadi Nabi. Dan perlu diingat bahwa kenabian ini adalah pilihan, dan tidak dibenarkan perkataan mereka yang menyebutkan bahwa kenabian adalah perkara yang dapat diusahakan, itu tidak benar. Hanya Allah SWT yang tahu siapa yang pantas untuk menjadi nabiNya, Allah SWT lebih mengetahui perkara tentang itu.

Ayahnya mengatakan kepada Yusuf AS bahwasannya "Engkau telah menjadi nabi dan mimpimu itu menunjukkan bahwa Allah SWT akan menyempurnakan kenikmatan kepadamu dan bukan kepadamu saja melainkan kepada keluargamu pula yaitu kepada aku yaitu Ya'qub AS ayahmu yang akan diberikan kenikmatan pula oleh Allah SWT, sebagaimana nenek moyangmu yang telah diberikan kenikmatan oleh Allah SWT yaitu Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ishaq AS". Kemudian Allah SWT berfirman: Sungguh pada kisah Yusuf AS dan saudara-saudaranya adalah sebagai tanda-tanda (tanda suatu pelajaran yang menakjubkan dalam kisahnya) bagi orang yang bertanya.

Dan tatkala itu saudara-saudaranya bermusyawarah mengenai Yusuf AS yang lebih dicintai oleh ayahnya yaitu Ya'qub AS dibanding mereka, dan mereka mengatakan "Bagaimana kalau kita bunuh saja Yusuf atau kita buang dia di suatu tempat yang jauh, agar ayah kita lebih menyayangi kita dibanding dengan Yusuf dan setelah itu kita lekas bertaubat agar kita dapat menjadi orang-orang yang sholeh". Hal serupa telah dialam nabi Adam AS yang telah dilarang untuk tidak memakan buah tersebut namun syetan bersumpah kepada Adam AS "Demi Allah SWT bahwasannya saya ini baik sama kalian, saya tidak menghendaki kecuali bagi kalian, makan lah buah tersebut kemudian kalian akan mendapatkan kebaikan". Padahal Allah SWT telah melarang nabi Adam AS untuk memakan buah tersebut namun karena Allah SWT Maha Pemaaf maka Nabi Adam AS pun mencobanya, dan petikan suara hati Adam AS tentang suatu hal yang bersangkutan dengan hal yang dilarang, menurun hingga ke zaman ini. Seperti hal yang terjadi pada saudara-saudara Nabi Yusuf AS mengatakan "Bunuhlah Yusuf AS setelah itu kita bertaubat kepada Allah SWT selesai".

Lanjut pada ucapan saudara lainnya bahwa "Janganlah kalian bunuh saudaramu Yusuf AS, tetapi masukkanlah dia (Yusuf AS) ke dalam sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir jika kalian ingin berbuat hal yang buruk terhadapnya". Dan dinyatakan oleh ahli tafsir bahwa "inilah orang yang baik diantara 10 saudaranya, seandainya tidak seorangpun yang memiliki ide seperti ini maka Yusuf AS akan dibunuh oleh saudara-saudaranya". 

Tatkala Yusuf AS dibawa keluar dan mereka para saudaranya ini telah sepakat untuk memasukkan Yusuf AS kedalam sumur, maka tatkala itu Allah memberikan wahyunya kepada Yusuf AS (diangkatlah Yusuf AS menjadi seorang Nabi). Dan disampaikan kepada Yusuf AS bahwa suatu saat kamu akan mengabarkan kepada mereka tentang perbuatan mereka ini terhadapmu saat dahulu kala, dan mereka pun tidak menyadari bahwa Yusuf AS lah yang menanyakan tentang masa lalunya kepada mereka saat masih jahil.

Lalu setelah mereka memasukkan Yusuf AS kedalam sumur tersebut, yang biasanya mereka pulang sore hari namun tatkala itu mereka sepakat pulang malam untuk mengabarkan berita duka yang dialami saudara tersayangnya yaitu Yusuf AS kepada ayahnya. Dan mereka membuat suatu alasan tentang Nabi Yusuf AS, mengatakan bahwa Yusuf AS telah dimakan oleh serigala saat kami sedang berlomba-lomba dan Yusuf AS kami posisikan ditempat barang bawaan kami. Padahal mereka meyakini bahwa alasan yang dibuat-buat itu tidak akan dipercaya oleh ayahnya, namun begitulah kenyataannya, dikatakanlah kepada ayahnya demikian akhir alasannya. Dan dibawanya pula pakaian yang pernah diberi oleh ayahnya kepada Yusuf AS anak tercintanya itu dengan berlumuran darah dan compang-camping. Dan ayahnya pun tetap yakin bahwa Yusuf AS masih hidup karena mimpi yang dikatakan kepada ayahnya tersebut bukanlah sekedar main-main melainkan mimpi yang tidak dibuat-buat.

Dikatakanlah oleh para saudaranya ini terhadap Yusuf AS saat ingin meninggalkannya disumur "Kami ingin bahwa kamu menjauh dari kami, tatkala ada yang menemukanmu nanti maka bilanglah kepada mereka bahwa kamu adalah budak yang telah lari dari majikannya". Setujulah Nabi Yusuf AS karena tidak ada hal lain lagi yang harus di setujui selain ini atau Yusuf AS akan dibunuh oleh saudara-saudaranya, kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir yang menyuruh kepada utusannya untuk mengambil air, maka tatkala timbanya diturunkan kesumur lalu tiba-tiba Nabi Yusuf AS memegang timba tersebut dan dilaporkan kabar gembira kepada yang mengutusnya bahwa ada anak muda dan disembunyikannya Nabi Yusuf AS sebagai barang dagangan dan Allah SWT mengetahui apa yang mereka kerjakan. Ditafsirkan dengan jelas bahwa tatkala Nabi Yusuf AS diketahui ada disumur oleh seorang utusan dari kelompok musafir ini, datanglah saudara-saudaranya dan mengatakan "Ini adalah budak kami yang kabur, ditawarkannya Yusuf AS untuk dijual kepada sekelompok musafir dengan harga yang murah (para saudagar) untuk dijual kembali dengan harga mahal kepada raja mesir".

Maka orang mesir yang membeli Nabi Yusuf AS ini memberikan tempat terbaiknya agar dapat memberikan manfaat bagi keluarganya kelak atau dijadikan anaknya oleh orang mesir ini, setelah diberikannya tempat terbaik oleh keluarga mesir ini maka Yusuf AS semakin rajin menimba ilmunya, tatkala sesudah dewasa Nabi Yusuf AS sudah menyempurnakan ilmunya dan demikianlah kami berikanlah balasan kepada orang-orang baik kata Allah SWT.

Lanjut kisah tentang Nabi Yusuf AS ada di Part II ya, lanjutan ceritanya sudah dipastikan lebih menarik karena Allah SWT akan menguji Nabi Yusuf AS dengan tahtanya dan wanita dari istri seorang Raja mesir yang telah membelinya dahulu, saat dibawa oleh para saudagar yang sedang berpergian.

Post a Comment for "Kisah Nabi Yusuf AS Lengkap Part I - Kasih Sayang dan Kesabaran Yusuf AS"