Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom Laknatullah

بسم الله الرحمن الرحيم


Kisah Nabi Luth


Kisah ini berawal dari para malaikat yang diutus oleh Allah untuk menghampiri Nabi Ibrahim as dengan mengucapkan salam.

Pada awalnya Nabi Ibrahim as sendiri tidak tahu bahwa yang datang adalah para malaikat yang menjelma sebagai manusia, kemudian Nabi Ibrahim as menjamu tamu tersebut dengan membawa sapi yang dipanggang, ini adalah salah satu kemuliaan Nabi Ibrahim as menjamu tamu yang sama sekali tidak dikenalnya.

Dan kebanyakan para malaikat ketika datang menemui hamba-hamba Allah dalam bentuk manusia, kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT kepada para malaikat dalam bentuk cahaya yang menjelma dalam unsur yang terbuat dari tanah. Respon para malaikat ini ketika mendengar perintah Allah SWT sangat cepat seperti saat turun kepada Nabi Muhammad SAW menyampaikan kabar dari Allah SWT dari jarak yang begitu jauh dan sangat singkat. 

Para malaikat ini telah ditugaskan oleh Allah SWT untuk meng-azab kaum Nabi Luth as karena kerusakan yang mereka lakukan sudah sangat parah, akan tetapi sebelum para malaikat ini meng-azab kaum Nabi Luth as, Allah perintahkan mereka untuk menghampiri (mampir) pada Nabi Ibrahim as terlebih dahulu. Dan kita tahu bahwasannya Nabi Ibrahim as dengan Nabi Luth as adalah satu zaman, bahkan mereka memiliki hubungan kekerabatan, Ibnu Katsir menyebutkan bahwasannya Nabi Luth as adalah keponakannya Nabi Ibrahim As.

Tatkala Nabi Ibrahim as berdakwah di negrinya yaitu Irak, tidak ada yang beriman kaumnya (Nabi Ibrahim as) kecuali keponakannya yaitu Nabi Luth as, kemudian diusir lah Nabi Ibrahim as oleh kaumnya maka pergilah Nabi Ibrahim as ke negri syam bersama dengan Nabi Luth as yang setelahnya Luth diangkat oleh Allah menjadi seorang Nabi.

Dan diutus lah Nabi Luth as ke suatu kaum yang dinamakan dengan kampung sadum atau kampung sudum, sehingga perbuatan kaum Nabi Luth as homosexual ini dikatakan dengan sodomi yang disifatkan kepada negrinya. Dan dikatakan oleh Allah SWT bahwa laut mati adalah sejarah dari bangsa kaum sodom ini, sebagai tanda untuk dijadikan pelajaran bagi orang sesudahnya, ada khilaf dikalangan para ulama tentang kenyataannya, banyak ahli sejarah menyatakan demikian pula meskipun tidak ada kebenaran dalam dalil tentang sejarah ini, namun Allah meninggalkan ayat-ayat kepada kaum yang telah Allah hancurkan tersebut sebagai suatu tanda peringatan bagi orang-orang yang menyimpang agar takut pada azab yang pedih.

Nabi Ibrahim as diberitahukan oleh para malaikat yang diutus Allah, agar tidak mencampuri urusan kaum Nabi Luth as yang telah ditetapkannya azab oleh Allah SWT, karena sudah terlalu menyimpang. Nabi Luth as juga sudah lama berdakwah untuk menasehati kaumnya dengan waktu yang cukup lama agar kembali ke kehidupan pada fitrahnya. Namun jawaban kaum Luth kepada Nabi nya berkata "usirlah Luth dan keluarganya dari kampung kita, sesungguhnya mereka (keluarga Nabi Luth as) adalah orang-orang yang sok suci" ini dikatakan oleh mereka karena sudah rusaknya fitrah pada dirinya.

Dan ini semakin jelas bahwa fitrah yang diberikan oleh Allah berubah atau sudah diluar nalar manusia normal, padahal mereka (kaum Nabi Luth as) tau bahwa mereka telah berbuat hal yang najis. Bahkan mereka menantang kepada Nabi Luth as agar mendatangkan azab Allah jika memang benar kau adalah utusan Allah. Lalu Nabi Luth as berdoa kepada Allah "Ya Allah Tolonglah aku atas orang-orang yang telah berbuat kerusakan".

Ibnu katsir menyebutkan suatu riwayat dari Al-Walid bin Abdil Malik mengatakan "kalau seandainya Allah tidak mengisahkan sejarah kaum Nabi Luth as, maka tidak dapat dipungkiri oleh kami bahwa telah ada manusia yang berhubungan sesama jenis". Kami yang dimaksud pada kutipan diatas adalah kaum atau golongan selanjutnya setelah kaum Nabi Ibrahim as dan Nabi Luth as, dari sinilah praktek ataupun contoh hubungan sejenis (homosexual) terjadi untuk yang pertama kalinya.

Nabi Luth as yang telah menanyakan kepada Allah tentang "adakah dari mereka yang melakukan hal keji seperti ini sebelum nya (kaum Luth)"? Dan Allah menekankan dalam kalimatnya "Tidak ada seorang pun dari mereka yang melakukan hal ini sebelumnya".

Dan para malaikat pun mengatakan kepada Nabi Ibrahim as "Sungguh mereka akan didatangi oleh azab yang tidak mungkin tertolak lagi (tidak dapat dihadang lagi), setelah menghampiri Nabi Ibrahim as sebagai tamu Nabi Allah berangkatlah para malaikat tersebut kepada kaum Nabi Luth as. Disebutkan dalam kitab Al-Qurtubi jarak antara tempat singgahnya Nabi Ibrahim as dengan Nabi Luth as yaitu sekitar 20km atau 30km.

Allah mengatakan tatkala datang para malaikat kepada kaum Nabi Luth as, maka Nabi Luth as mengatakan bahwa ini adalah perkara yang berat, dan Nabi Luth as tidak tau bahwa yang datang tersebut adalah para malaikat dengan bentuk wajah yang tampan. Maka semakin takutlah Nabi Luth as karena telah disebutkan oleh para ahli tafsir bahwa seluruhnya kaum Nabi Luth as orang-orang yang telah menyimpang dalam fitrahnya (homosexual).

Diantara penghianatan yang dilakukan oleh istri Nabi Luth as adalah dikabarkannya kepada kaum Nabi Luth as bahwa ada santapan-santapan lezat(lelaki sangat tampan datang ke rumah Nabi Luth as), ketakutan yang dirasakan oleh Nabi Luth as sangat menjadi-jadi dikarenakan jika mereka tahu (kaum Nabi Luth as) bahwa ada lelaki tampan dirumahnya, dan benar saja datanglah mereka (kaum Nabi Luth as) ke rumahnya dengan respon yang sangat baik oleh kaumnya (bergegas ke rumah Nabi Luth as).

Datang dengan kondisi bukan dalam jiwa yang takut melainkan dengan syahwat yang menggebu-gebu, dalam riwayat lain mengatakan bahwa datang satu kampung ke rumah Nabi Luth as karena seluruhnya jelas dikatakan homo (penyuka sesama jenis) dengan perasaan yang bergembira karena ada lelaki yang tampan, dan disebutkan oleh ahli tafsir bahwa Nabi Luth as berdiri di depan pintu untuk menghalangi mereka.

Nabi Luth as berkata kepada kaumnya "Jangan" dikatakan pula oleh Nabi Luth as "Wahai kaumku ini putri-putriku, kalau kalian ingin berhubungan maka berhubunganlah dengan yang wajar" menikahlah dengan putri-putriku. Dipersilahkannya kaum Nabi Luth as agar menikahi putri-putrinya bukan dengan sesama jenis, mereka menolak dan Nabi Luth as menyatakan kalau kalian tidak ingin menikahi putri-putriku maka janganlah kalian permalukan aku atau hinakan aku di depan tamu-tamuku.

Namun kaum Nabi Luth as mengatakan bahwa "Bukankah kau sudah tahu kami tidak hasrat dengan putri-putrimu"? Dan kau sudah tahu apa yang kami inginkan yaitu dubur (Pantat) bukan qubul.

Kemudian mereka mengancam agar Nabi Luth as menyerahkan tamu-tamunya kepada mereka (kaum Nabi Luth as), tatkala mereka mengancam Nabi Luth as dengan ancaman yang telah ditentukan yaitu esok hari saat sebelum subuh, dan Nabi Luth as masih belum sadar saat itu bahwa tamu yang diamankan dari kaumnya adalah para malaikat.

Karena melihat Nabi Luth as ketakutan karena tiada hal yang dapat dilakukan lagi selain melindungi tamunya, dan itupun tidak cukup hanya sebatas tekad yang kuat karena mereka memiliki Qobilah (kelompok/suku) sedangkan Nabi Luth as tidak memiliki kelebihan dalam jenis kekuatan yang diberikan Allah, maka para malaikat pun membongkar hakekatnya tentang jati dirinya, bahwa mereka (para malaikat) adalah utusan Allah, dipastikan oleh para malaikat kepada Nabi Luth as bahwa mereka tidak akan bisa mengganggumu.

Allah SWT mengatakan saat adzab menimpa kaumnya "keluarlah kalian dan jangan lah kalian nengok ke belakang" kecuali istrimu, ada beberapa khilaf tentang istri Nabi Luth as namun saat adzab diturunkan oleh Allah dengan suara yang begitu keras, dan istrinya melihat kearah kaumnya (kebelakang) untuk memberitahu mereka bahwa adzab telah datang kepada kalian. Dan istrinya pun terkena adzabNya karena ia telah memasuki kemaksiatan dalam segi penghianatan terhadap suaminya Nabi Luth as.

Allah mengatakan: Tatkala telah datang keputusan kami yaitu adzabNya, maka kami angkat yang bawah menjadi atas dan yang atas menjadi bawah.

Disebutkan oleh malaikat Jibril dan sebagian tafsir menyebutkan bahwa malaikat Jibril dengan sayapnya memotong negri kaum Luth, kemudian diangkat ke langit sampai di atas lalu dijatuhkan ke bawah dan kemudian tatkala dijatuhkan kebawah seperti suara halilintar yang terdengar begitu kuat, kemudian mereka dihujani okeh bebatuan yang begitu keras, panas dan bertubi-tubi. Dan batu ini telah diperintahkan oleh Allah untuk melempari seseorang yang telah ditetapkan (sudah ditujukan kepada mereka semua yaitu kaum Luth yang bermaksiat termasuk istri Nabi Luth).

Meskipun kaum Nabi Luth ada yang sedang tidak berada di negrinya, batu-batu yang telah diperintahkan Allah tersebut sudah diberi tanda dan pasti mendatangkan mereka para kaum Luth. Kemudian kata Allah SWT, dan adzab ini tidak lain dari mereka yang melakukan kedzoliman mengenai orang yang telah melakukan praktek homosexual.

Intinya dari para ulama dengan pendapat yang kuat mengenai hal seperti ini bahwa orang yang melakukan homosexual, dia pantas dibunuh karena dia lebih keji daripada orang yang melakukan perbuatan zinah.

Maka dari itu kita sebagai manusia yang normal haruskan diri ini untuk memberitakan kepada mereka yang belum paham akan hal ini, agar mereka tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang keji seperti ini. Dan perlu diketahui bahwa penyakit ini adalah penyakit yang dapat menular, dan homosexual ini adalah penyakit kelainan yang bukan dari turun-temurun melainkan hal pertama kali saat ia melihat dan timbul penasaran lalu ingin mengetahui hal tersebut, sungguh itu adalah langkah awal saat sebelum kalian terjerumus ke dalam penyakit tersebut.

Inti permasalahan kenapa perbuatan keji seperti ini di adzab. Karena mereka lebih memilih sesama jenis dibandingkan dengan lawan jenisnya. Apapun alasan yang kalian buat, tidak normalnya seseorang telah membuat keputusan yang menyimpang, yang tidak banyak orang akan berfikiran hal sekeji ini dalam hidupnya.

Kesimpulannya adalah ajarkan yang harus diajarkan kepada anak maupun teman agar mengikuti hal yang harus dilakukan seorang lelaki maupun perempuan, dan beri mereka pelajaran tentang pergaulan yang harus dijauhinya (seorang banci ataupun bencong) dan seseorang yang tidak normal untuk diajak bicara. Dan jangan lah sebagai orang tua memperlihatkan pergaulan kalian terhadap anak. Karena anak pun memiliki hasrat yang seharusnya tidak perlu untuk tumbuh terlebih dahulu, karena akan mengundang hal yang akan membuatnya pada sikap penasaran yang berlebih nantinya.

Alhamdulillah demikian pembahasan ataupun pembelajaran yang kita ambil dari kisah Nabi Luth as beserta Nabi Ibrahim as, semoga kita menjadi pribadi yang normal dan dapat melakukan hal yang terbaik untuk teman, kerabat, keluarga maupun saudara agar selalu menjadi diri yang taat akan aturan Allah SWT.




Post a Comment for "Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom Laknatullah"