Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

4 Kebiasaan yang Menjadi Penghalang Rezeki dan Penjelasannya

بسم الله الرحمن الرحيم

Penghalang Rejeki


Kebanyakan orang menganggap rezekinya seret ataupun tertunda karena kesalahan orang lain serta kedzoliman orang lain kepada nya. Padahal yang seharusnya kita lakukan adalah melihat diri kita terlebih dahulu atau yang biasa disebut dengan introspeksi diri.

Maka dari itu, kali ini saya akan dalami mengenai Tabir Penghalang Rezeki.

Didalam kaidah bahasa arab, ibnu Manzhur Rohimahullah menjelaskan Ar-Rizqu (الرزق), adalah sebuah kata yang sudah dimengerti maknanya.

Rizki ini terdiri dari 2 bagian;

  1. Rizki yang bersifat zohiroh, artinya Rizki yang nampak (yang terlihat) oleh panca Indra kita. Contohnya (minuman, makanan, dan lain-lain)
  2. Rizki yang bersifat batinah, artinya Rizki yang dikaruniakan untuk seorang hamba pada hatinya maupun jiwanya. Contohnya (seseorang yang menerima hidayah, kebenaran, mudahnya mendapatkan ilmu) untuk senantiasa selalu dekat dengan Allah.

Dalam kehidupan kita ini diharuskan untuk selalu bersyukur, agar nikmat Rizki yang terlihat maupun tidak dapat dirasakan oleh panca Indra, selalu ditambahkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa tidak mensyukuri yang sedikit akan sulit bersyukur ketika ia sudah mendapatkan yang banyak.

Perkataan imam Ibnul Qayyim Al-Jauziah ada 4 macam Tabir Penghalang Rizki yang berkah, diantaranya sebagai berikut;

  1. Tidur Pagi hari
  2. Sedikit sholat
  3. Bermalas-malasan
  4. Khianat (Tidak amanah)
Berbicara mengenai tidur pagi yang sudah dahulu kala selalu dikatakan bahwa tidur pagi adalah Rizki yang terhalang, kenapa ? Karena Nabi kita Muhammad SAW telah meminta kepada Allah dengan permintaan demikian "Ya Allah berkahilah umatku di pagi harinya". Yang namanya berkah itu akan selalu ada dan tidak pernah hilang, karena suatu hal mengenai Rizki yang berkah artinya kita mendapatkan suatu kebahagiaan, kesenangan serta ketenangan diri dalam manfaatnya.

Yang dimaksud waktu pagi hari adalah waktu subuh sampai terbitnya matahari, imam Ibnul Qayyim Al-Jauziah mengatakan: Diantara perkara yang dibenci oleh para Ulama adalah Tidur setelah sholat subuh sampai terbitnya matahari, ini adalah perkara yang makruh menurut para Ulama. Kalau keadaannya kurang fit atau memang terpaksa harus di istirahatkan, maka istirahatlah jika memang nantinya bila diusahakan sampai terbitnya fajar tidak bisa. Contohnya seperti sedang jaga malam, atau menunggu orang sakit dan jangan dijadikan kebiasaan.

Yang lebih celaka lagi adalah orang yang melewati sholat subuh, Nabi Muhammad SAW bersabda "Barang siapa yang sholat subuh pada waktunya, maka ia akan dijamin oleh Allah DuniaNya maupun AkhiratNya". Karena itu janganlah menyakiti orang yang telah mengerjakan sholat subuh, jika tidak Allah akan menyiksanya dan memasukkannya ke dalam neraka jahannam.

Berikut adalah jaminan Allah yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada orang-orang yang mengerjakan sholat subuh. Kata Nabi Muhammad SAW: Bahkan orang-orang yang merasa berat melakukan sholat subuh itu termasuk tanda orang munafik. Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang-orang munafik melebihi sholat isya dan sholat subuh.

Selanjutnya dalam hal orang yang sedikit sholat artinya orang yang berkurang ketakwaannya kepada Allah, orang yang berkurang ketakwaannya kepada Allah akan tertutup pintu rizkinya. Kalau kurang sholat berarti kurang taat, kalau kurang taat berarti kurang takwa, kalau kurang takwa berarti terhalang dari sebagian rizki. Karena dalam hal ketakwaan ini adalah suatu hal yang sangat erat kaitannya dengan rizki, karena kalau sudah berbicara tentang rizki ini kita sebagai umat muslim pasti berkaitan dengan berkah atau tidaknya.


Begitupun dengan mereka yang tidak pernah sholat, bahkan hanya KTP saja yang islam tetapi ajarannya tidak di jadikan prinsip dalam kehidupannya. Jangan sampai kita iri dengan mereka yang bergelimang harta walaupun tidak sholat ya kawan, karena hal yang terpenting itu bukan soal materi saja, ini soal keberkahan yang berkaitan dengan sumber pemberi rizki yang nantinya berhubungan juga dengan kehidupan yang kekal. Segala urusan kalau sudah berhubungan dengan yang Maha Kuasa pasti ada jawabannya dalam setiap perkara. Lebih baik yang berkah-berkah aja deh daripada urusannya dipersulit nantinya olehNya.

Hal yang berkah ini sudah pasti rizki yang baik menurut Allah, berkahnya rizki itu dapat bermanfaat bagi kita sendiri, maupun terhadap orang lain. Karena sesuatu yang berkah itu akan selalu berdampingan dengan kebahagiaan, kesenangan dan ketenangan. Dan baiknya lagi rizkinya itu akan selalu ditambah, bukan hanya soal materi melainkan dapat ketenangan jiwa yang terasa bahagia karena dekat dengan Allah.

Bahayanya dalam hal rizki yang berkah ini yaitu terlihat seperti rizki yang baik namun Allah telah membungkus atau menyelimuti rizki tersebut dengan azab dan ini yang dinamakan dengan Istidroj. Yang dimaksud dari rizki ini adalah orang yang bergelimang harta namun tidak mengerjakan hal yang wajib dilakukan oleh seorang muslim. Bagaimana dengan mereka yang non-muslim? Mereka yang non-muslim sebenarnya sudah berada di surga, namun di kehidupan yang berikutnya Allah tetapkan kehidupannya di Neraka.

Dalam penjelasan mengenai bermalas-malasan ini, sifat pemalas adalah suatu hal yang dibenci di dalam agama kita. Nabi Muhammad SAW memberikan anjuran agar kita bersemangat untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Dan jangan lupa untuk selalu meminta tolong kepada Allah saat melakukan sesuatu agar selalu diarahkan kepada hal yang bermanfaat.

Dan yang terakhir adalah Khianat dalam arti singkatnya adalah tidak amanah. Allah SWT memerintahkan kita untuk menunaikan amanah yang telah dibebankan kepada kita. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat yang ke-58: sesungguhnya Allah SWT memerintahkan kalian untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Nabi Muhammad SAW juga mengatakan: Tunaikan amanah kepada orang yang telah memberikannya kepadamu. Yang dimaksud amanah dalam konteks ini adalah seperti halnya kita yang telah bekerja di perusahaan yang tentunya memiliki aturan dalam segi waktu dan harus diikuti, hal semacam inilah yang kerap kali disepelekan oleh orang-orang padahal hak orang lain yang disertakan oleh kita ini harus dipatuhi, karena kita telah menerima tuntutannya dan hak orang tersebut harus ditunaikan.

Diantara contoh mudahnya dalam hal amanah yaitu rental mobil, jangan karena kita rental mobil orang sudah bayar juga lalu pakai seenaknya saja, anggaplah mobil yang kalian rental itu sebagai mobil kendaraan milik pribadi. Mobil yang seharusnya dijaga dan dikembalikan tersebut adalah salah satu amanah yang harus dijaga, pemiliknya terkesan ikhlas nantinya karena telah dijaga mobilnya dengan sangat baik.

Contoh lainnya yang bersinggungan dengan amal ibadah adalah Utang. Maka tunaikanlah sebelum kalian meninggalkan dunia untuk selamanya, karena saat kalian meninggal dan masih memiliki hutang kepada orang lain, maka akan dilunasinya hutang tersebut dari pahala yang punya utang tersebut.

Alhamdulillah Tabir Penghalang Rizki ini adalah salah satu hal yang wajib untuk diketahui agar pandangan terhadap rizki yang terhalang, dapat dipahami dengan baik dan selalu introspeksi diri agar rizki yang didapat adalah rizki yang bermanfaat atau berkah pada diri sendiri maupun orang lain.

Post a Comment for "4 Kebiasaan yang Menjadi Penghalang Rezeki dan Penjelasannya"