Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

8 Jenis Rezeki dari Allah dan Kunci Rezeki dari Allah

Bismillahirrahmanirrahim,

Jenis - Jenis Rejeki


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh,

Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan dalam memberikan pemahaman dari para alim ulama mengenai rezeki ini,
Materi special ini akan menuntun kita kepada ikhlas mendapatkan rezeki yang sesungguhnya dalam menjalani kehidupan yang fana ini.

Berikut pembagian rezeki secara ilmiah,diantaranya;

1. Rejeki yang telah dijamin
2. Rejeki karena usaha
3. Rejeki karena bersyukur
4. Rejeki tak terduga
5. Rejeki karena berishtigfar
6. Rejeki karena menikah
7. Rejeki karena anak
8. Rejeki karena bersedekah.

Yang dimaksud dengan Rezeki adalah pemberian Allah kepada manusia yang diperoleh dari usahanya sendiri yang dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup. Sumbernya yaitu dari Allah semata prosesnya lewat usaha kita sendiri, cara untuk menggapainya yaitu dengan bergerak dan inti dari rezeki ini adalah BERGERAK.

Jika kita ingin mendapatkan rezeki dari apa yang sudah kita pinta kepada Allah, maka bergeraklah agar rezeki itu dapat kamu peroleh, karena Allah telah memberikan rezeki yang tidak kita ketahui, bukan soal lokasi dan waktunya, ini tentang bagaimana caranya melalui segala prosesNya. Hanya dengan bergerak maka akan datanglah rezeki yang tidak kita duga maupun rezeki yang benar-benar datang karena kita telah mengusahakannya.

Rezeki yang tidak dapat dimanfaatkan berarti itu bukan rezeki milik kita, seperti hal yang lumrah"seekor kucing yang mengambil lauk kita saat kita ingin memakannya" dalam konteks ini terkesan, rezeki yang kita dapatkan tidak berkah.

Rezeki yang berkah itu dapat kita manfaatkan dengan baik efeknya kebahagiaan dan kesenangan dalam diri kita, kitapun memperoleh rezeki yang tidak nampak namun dapat dirasakan yaitu berupa ketenangan dalam diri. Ketenangan inilah yang tidak didapati oleh mereka yang selama hidupnya hanya mencari materi saja, jika tidak ia dekatkan dirinya kepada Allah maka ketenangan itu akan jauh darinya, disaat kita kembali kepada Nya maka Allah akan memberinya ketenangan yang pada saat ia mengejar dunia tidak mendapatkannya.

Bicara mengenai rezeki yang berkah itu asalnya dari segala hal yang diterima atau didapatkan untuk dinikmati dan menghasilkan kenikmatan. Segala hal yang menghasilkan kenikmatan itu selalu disandingkan dengan perasaan bahagia dan rasa senang, sesuatu yang menghasilkan kebahagiaan atau rasa senang itu yang dimaksud dengan Rezeki.

Yang melahirkan kenikmatan itu bentuknya ada 2 yaitu:

1. Materi yang tampak itu seperti makanan, minuman, uang maupun keturunan. Berupa barang atau benda hidup maupun mati itu adalah rezeki, dan
2. Materi yang tidak tampak seperti ketenangan, kebahagiaan, kesenangan itu termasuk rezeki.

Specialnya rezeki itu ada pada hati berupa ketenangan dalam dirinya, ketenangan hati inilah yang sangat diinginkan para makhluk Allah, caranya dengan mengusahakannya dengan ikhlas dalam menjalankan ibadahnya. Karena ketenangan hati itu bersangkutan dengan ikhlasnya seorang hamba.

Hal Sensitifnya Ketika mengambil yang haram maka akan mengurangi rezeki yang halal.Berikut arti dari QS ke 2 ayat 172 :
Wahai manusia yang beriman (khusus untuk manusia yang beriman kepada Allah), kalau ingin mencari rezeki dan ia tidak pernah berfikir pada yang haram, maka Allah akan mendekatkan rezekinya dengan yang halal dan dijauhkan dari yang haram.

Kadang-kadang saat ingin didekatkan dengan rezeki yang halal kita akan dipertemukan dengan perbandingan yang menurut kita baik untuk kita, namun tidak baik menurut Allah. Contohnya saja seperti saat kita dikantor, posisi menurut kita sudah menentukan bahwa kita layak untuk menjadi manager namun Allah berkehendak lain, menjadikan kita diposisi kedua yaitu bawahannya manager, kenapa? Karena Allah tau kalau kita berada diposisi itu nantinya kita akan melakukan hal yang tidak baik seperti umumnya saja sholatnya jadi susah, baca al-qur’an jadi susah. Orang yang bekerja dengan imannya(ikhlas karena Allah) selain rezekinya akan didekatkan oleh Allah dan dia akan dijauhkan pula dari maksiat inshaAllah.

Seperti halnya mereka para pejabat Negara, tapi masih korupsi juga, kenapa? Karena yang banyak itu dicarinya tidak pakai iman, nafsunya muncul maka yang banyak pun akan terlihat sedikit. Burung saja berangkat pagi pulang sore rezekinya cukup, ini ada orang berangkat pagi pulang malam namun rezekinya tidak cukup. Kalau kita sering bekerja dan rezeki itu tidak pernah cukup, ini menunjukkan ada ketidakberkahan dalam rezeki itu, ada yang salah pasti dengan imannya.

Rezeki ini selain berupa teori, Rasulullah selalu berdoa dengan kalimat "Rizqon Thoyyiban" kenapa dimunculkan kata thoyyiban ini? Khasnya thoyyiban ini
Jika hanya diartikan Halal, berarti makna dalam halal tersebut sudah termasuk dalam hal rezeki.

Sesuatu yang disandingkan itu dan disatukan dalam 1 kalimat, maka kata yang pertama ketika hilang dan hanya Nampak kalimat yang kedua, kalimat yang dimaksud adalah "Rizqon Thoyyiban". Maka kalimat pertamanya pun akan termasuk kedalam kalimat kedua tersebut. Misalnya masjidil harom, di Arab sana hanya mengatakan harom karena mereka menyebut masjidil harom hanya dengan sebutan al harom mereka paham akan maksudnya. Dalam konteks "Rizqon Thoyyiban" ini hanya diucapkan dengan thoyyibannya saja sudah termasuk didalamnya kalimat Rizqon tersebut atau rezeki. Karena orang yang ada imannya akan paham maksud dari rumus simple seperti ini.

KONSEP REZEKI

Rezeki yang berjatuhan adalah mutlak,
Rezeki yang bergelantungan adalah ikhtiar, ikhtiar yaitu sesuatu yang harus diusahakan,
Rezeki mutlak ini seperti halnya kematian yang pasti, mau tidak mau pasti akan datang karena sudah hakikatnya rezeki itu untuk datang sebelum kematiannya datang mendahuluinya (Materi yang nampak atau tidak nampak).

Ilmu adalah inti dari Rezeki ikhtiar ini, karena rezeki didapat dengan adanya tangga sebagai perantaranya, tangga untuk meraih rezeki tersebut. Tangga yang menjadi perantara untuk peraihan Rezeki sukses dunia akhirat, tangga ini bergantung pada banyaknya ilmu kita, pengetahuan kita mengenai hal yang diinginkan dalam dunia ini, maka sampai manakah pengetahuanmu tentang hal yang diinginkan itu? jika ingin akhirat maka perdalamlah ilmu akhiratmu dan amalkanlah, jika ingin keduanya maka seimbangkanlah dan ketahuilah bahwa dunia akan mengejar kalian manusia yang beriman + taqwa kepada Allah yang selalu mengejar akhiratNya.

KUNCI REZEKI yang telah dijanjikan ALLAH;

1. Doa, dimana Allah telah menegaskan di hadits qudsi yang mengatakan “Setiap kalian adalah lapar kecuali yang Aku (Allah) beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya aku akan memberikan makan itu (HR.Muslim)
2. Beristighfar, ini salah satu sumber pokok berbagai macam rezeki, dalam konsepnya jika menginginkan rezeki yang banyak maka mulailah dengan meminta ampunan kepada Allah untuk dirinya dahulu agar dimudahkan olehNya rezeki datang.
3. Taubat
4. Bersyukur kepada nikmat Allah, Allah telah menegaskan didalam ayatnya, syukur itu akan menambahi kita nikmat yang berlanjut. (QS: Ibrahim:7)
5. Beriman dan Bertaqwa, hal ini yang membukakan pintu keberkahan dari atas langit maupun dialirkannya dari bawah bumi.
6. Ber-ikhtiar dan bertawakal kepada Allah, barangsiapa yang bertawakal kepada Allah maka Allah akan mencukupi rezekinya.
7. Rajin ibadah dan istiqamah, Allah Berfirman didalam hadits Qudsinya, Wahai hambaku konsentrasilah kamu ibadah kepada-Ku. Maka aku akan penuhi dadamu dengan kecukupan dan aku tutupi kemiskinan kamu. (HR.Ahmad)
8. Mengiringi haji dan umroh, Kedua ini akan melenyapkan kemiskinan dan dosa seperti melenyapkannya kotoran besi emas dan perak.
9. Silaturahmi , barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah bersilaturahmi
10. Berbuat baik kepada orang-orang lemah,
11. Infaq dijalan Allah (Sodakoh),
12. Memberi nafkah kepada para penuntut ilmu agama, Dengan memberikan nafkah kepada para penuntut ilmu ini harta kita akan tambah dan barokah (berkah).

Makna ikhtiar itu jika ingin mendapatkan apapun dari apa yang telah kalian usahakan, maksimalkanlah. Maka semua itu akan didapatkan tergantung pada kesungguhan dalam mendapatkannya. Ini adalah komitmen atau yang disebut proses yang berkelanjutan dan membuahkan hasil. Hasil yang tidak juga sesuai dengan keinginan kita. Karena Allah memberikan yang terbaik menurutNya, bukan menurut kita.

Kalau kalian ingin merubah sesuatu yang menurut kalian baik untuk dimasa yang akan datang, maka mulailah kalian dari diri kalian sendiri untuk optimis dan selalu berprasangka baik kepada Allah, apapun yang terjadi disaat kalian sedang mengusahakannya. Kalian akan tau proses yang kalian jalani itu akan membuahkan hasil, hasil dari diri kalian sendiri maupun hal yang kalian inginkan mulai terwujud pelan-pelan.

Sepanjang kita betul-betul ikhtiar kepada Allah, kadang kadang Allah seakan menunda apa yang menjadi hak kita, bukan ingin menunda dan membiarkan kita tidak mendapatkan sesuatu. Tapi ingin memberikan nikmat secara sempurna yang tak Nampak. Apa yang tidak Nampak itu? Ada nikmat pahala, nikmat doa, nikmat istighfar, nikmat usaha dan nikmat hasil yang tiada terputus.

Kadang kadang yang dinginkan oleh Allah pertama kali bukan dunia dulu, ketika allah mencintai seorang hamba dia akan memberikan pahala akhirat dulu, karena dunia sifatnya sementara. Karena hukumnya dunia itu kalau kalian usahakan maka Allah akan meng-akumulasikan dari hasil kalian selama proses perbaikan diri.

Prinsip terbaik dalam hidup adalah ikhtiar, ikhtiar yang baik adalah usaha yang maksimal dan sabarlah dengan proses turunnya balasan proses tersebut, jangan khawatir karena rezeki akan datang kepada kalian, dengan akumulasi yang mana usaha kita selama proses datangnya rezeki akan terlihat seperti banyak sekali datangnya kepada kita.

Ada proses yang mudah untuk dilalui, yaitu dengan proses tetapkan diri kita untuk selalu beriman dan selalu meningkatkan ketaqwaan kita pada Allah.

Apabila ada penduduk negeri yang beriman dan bertaqwa, kami akan buka pintu langit dan bumi (Rezeki). Rezeki adanya dimana? Rezeki diturunkan dari langit ke bumi, dan ada orang yang dapat dianugrahi pintu rezeki langitnya dibuka, pintu rezeki buminya dibuka, kalau pintu langit dan buminya dibuka maka tidak perlu keluar pagi sampai sore pun rezeki akan datang kepadanya.

Gimana caranya? Mustahil kah pernyataan yang demikian?

Maka berdoalah kalian kepada Allah dan bergeraklah sedikit saja, rezekipun akan datang kepadanya. Ketika iman meningkat dan taqwa meningkat semua itu akan terjadi.
Bagaimana caranya mencari rezeki dengan iman dan taqwa?

Ada 2 hal, yaitu;

1. Membangun hubungan baik dengan Allah seperti halnya : Sholat jangan ditinggal dan begitu sholat ditambah (sholat fardhu ditambah dengan sholat sunnahnya) maka Allah akan memudahkan kehidupan fananya itu menjadi "MUDAH".
2. Jalin hubungan baik dengan Allah dan Jalin hubungan baik dengan manusia. Agar seimbang (biar gak oleng).

Kesimpulannya, ikhlas mencari rezeki adalah berusaha mendapatkan rezeki sesuai dengan ketentuan Allah dan tingkatan ikhtiar, cari yang halal dan jauhi yang dilarang, kemudian tingkatkan yang baik-baik, tingkatkan pula ketakwaan kita kepada Allah, maka rezeki akan dipercepat oleh Allah swt. Mudah sih kalau cuma berteori saja, tapi apa salahnya kalau kalian mencobanya? Semua butuh proses, apalagi kalian punya iman yang sedikit sholatpun jarang, bahkan kalian lupa terakhir sholat kapan. Tidak sholat saja miskin, apalagi meluangkan waktu untuk melakukan sholat wajib.

Pahami dengan baik setiap konteks dalam konten, cermati setiap melodi katanya agar retorika hidup dapat berubah sesuai harapan. Harapan saja tidak cukup untuk melengkapi kesempurnaan bernafas setiap harinya. Nafas aja gratis masa disuruh sholat 5 waktu aja susah, "ibaratnya orang ngontrak gak tau diri" .

Sekian pembahasan mengenai Rezeki ini saya buat, agar saya sendiri dapat mengaplikasikannya pelan-pelan, sampai dapat saya jalankan sepenuhnya dalam proses untuk melancarkan Rezeki, semua perubahan membutuhkan proses yang harus diusahakan dengan baik.

Satu pesan dalam konten "AMALKAN"!

Wassalamua'laikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Post a Comment for "8 Jenis Rezeki dari Allah dan Kunci Rezeki dari Allah"